HAK ASASI MANUSIA
Menginjak nama
membungkam nyata
Pada celah-celah
egois yang menguras hampa
Pada jeritan
sesak menimbun suara
Nyeri pada
campuran segala hal yang mengacu pada aturan egois
Negara ini satu
cinta
Jangan bakar
kepalan kami
Dengan nada mencekik
peluh kami
Negara ini
hamparan kaya, tapi kami tetap tanah terinjak bukan rakyat yang sama
Ini lemah saat
butiran-butiran liur yang lapar
Mengacungkan
tajam dibalas jeruji
Kami lemah
tertulis DIJAGA TERPELIHARA
Tapi nyata
bergerak
Kami hanya calon-calon
mati dalam bungkaman peraturan
Dimana udara
kami yang dicoreti pena tertanggal
Sekujur
pemerintahan kami selalu menjadi sudut yang terlupakan
Hak asasi
setidaknya bukan imajinasi tanpa realisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar